Komponen shock absorber atau peredam kejut dibagi menjadi beberapa item dan memiliki perannya masing-masing. Komponen ini sifatnya sangat penting dalam sebuah mobil. Shock absorber berguna untuk menyerap timbulnya oksilasi dari pegas suspensi. Oksilasi merupakan gerakan naik dan turun ketika kendaraan menerima kejutan dari permukaan jalan yang kurang rata.
Jika salah satu komponen tidak berfungsi dengan baik, akan mengurangi kestabilan dan kenyamanan dalam berkendara. Biasanya akan menimbulkan bunyi yang mengganggu. Shock absorber dipasang dalam kerangka kendaraan, di mana pada bagian atasnya terhubung melalui rubber bushing. Dan pada bagian bawahnya terhubung ke poros atau suspensi roda.
5 Komponen Shockbreaker Beserta Fungsinya
Komponen-komponen nya terdiri dari lima bagian, yaitu silinder, piston, piston rod, piston valve, dan fluida atau minyak shock absorber. Di mana keseluruhan komponen tersebut saling keterhubungan fungsinya. Agar lebih jelas, mari simak ulasan berikut ini.
Silinder
Komponen satu ini berfungsi sebagai tempat minyak shock absorber dan bergeraknya piston. Silinder ini dapat menghambat gerak piston agar oksilasi pegas dapat ditahan.
Piston
Untuk menekan minyak shock absorber, perlu adanya piston. Karena piston dapat memanipulasi volume silinder sehingga minyak shock absorber mampu menahan oksilasi.
Piston Rod
Piston Rod merupakan komponen yang berfungsi menghubungkan piston dan roda kendaraan. Ketika roda menerima kejutan, piston rod akan menekan piston dan terjadi proses kompresi. Sedangkan ketika roda melalui lubang, piston rod akan tertarik dan terjadi proses ekstensi pada shock absorser.
Piston Valve
Menghubungkan dan memutus hubungan pada ruangan di atas piston dan di bawahnya, merupakan fungsi piston valve. Komponen yang menjadi sekat dalam shock absorber. Piston valve dapat memperkecil lubang dan memperlambat aliran minyak shock absorser.
Fluida atau Minyak Shock Absorber
Komponen yang satu ini berfungsi untuk meredam oksilasi. Di mana fluida biasanya berbentuk cairan, tetapi ada juga yang gas. Fluida merupakan pelumas untuk gesekan antar komponen, yang dapat memindahkan oksilasi menjadi energi panas dalam proses pengkompresian dalam piston.
Kesimpulan : karena komponen shock absorber atau yang lebih dikenal dengan shockbreaker memiliki andil besar dalam memastikan perjalanan anda nyaman hingga sampai tujuan. Sayangnya shckbreaker seringkali mendapatkan masalah, terlebih ketika mobil dibawa berkendara dengan muatan yang overload sehingga shockbreaker lebih mudah rusak, maka dari itu sebagai pemilik mobil wajib mengetahui cara memperbaiki shockbreaker mobil agar masalah pada komponen tersebut bisa segera di perbaiki.